”Yaa muqallibal qulub, tsabbit qalbii ‘alaa diinika”

”Wahai Rabb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu”

Aamiin...

(Hadist Riwayat at-Tirmidzi, Ahmad dan al-Hakim dishahihkan oleh adz-Dzahabi)

Senin, 28 Februari 2011

Kekerasan yang Berisikan Kasih Sayang

Pada suatu hari dimana kekhilafahannya, Umar bin Khattab RadiAllahu Anhu mengundang seseorang supaya menuliskan untuknya suatu dokumen yang berisikan surat pengangkatan jabatan. Ketika ia sedang menulis, seorang anak dari anak-anak Umar datang dan duduk di ruang Khalifah, lalu dia tampakkan kasih sayang seraya menciumnya. Maka orang itu berkata, "Wahai Amirul Mu'minin, aku mempunyai sepuluh anak sepertinya, tidak ada seorang pun dari mereka yang mendekat kepadaku." Mendengar hal itu, Umar mengatakan, "Aku tidak berdosa, jika Allah Subhanahu Wa Ta'ala mencabut belas kasih dari hatimu. Sesungguhnya Allah hanyalah mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang." Kemudian dia memerintahkan supaya surat pengangkatan jabatan tersebut dirobek, seraya mengatakan, "Jika dia tidak sayang kepada anak-anaknya, maka bagaimana dia akan sayang kepada rakyatnya."

Siapakah yang bisa berbuatseperti Umar RadiAllahu Anhu dalam hal itu? Keputusan mendadak karena takut berbuat zhalim. Kasih sayang kedua orang tua mengabarkan kepadamu tentang kebagusan batin dan tabiat. Dia menginginkan untuk kaum muslimin belas kasih semacam ini. Dia berkata benar : "Barang siapa yang tidak memiliki kasih sayang kepada belahan hatinya, lalu dari mana dia memiliki belas kasih kepada orang lain." Ini adalah pandangan yang jauh, firasat yang kuat, dan pemahan terhadap berbagai ihwal manusia. Seandainya selainmu, wahai Faruq, niscaya dia mengatakan, "Inilah yang layak untuk menghukum rakyat." Tetapi anda tidak ridha untuk mereka kecuali kebaikan.

Buku saku, judul : Umar bin Khathab Tegas dan Keras Membela Al-Haq, penulis : Muhammad Abbas Al-Mubarak, edisi Indonesia